Tampilkan postingan dengan label pendidikan agama. Tampilkan semua postingan

Asma'ul Husna Beserta Arti dan Manfaatnya - Bagian 2

46. AL HAKIIM = الحكيم = MAHA BIJAKSANA
Seseorang yang rajin membaca Yaa Hakiim dari waktu ke waktu, dengan seizin Allah, ia tidak akan mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Wallaahu’alam.

47. AL WADUUD = الودود = MAHA MENGASIHI
Bila terjadi persengketaan di antara dua orang, kemudian salah satunya membaca Yaa Waduud seribu kali pada makanan atau minuman lalu meminta orang yang bersengketa dengannya mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut, dengan seizin Allah, persengketaan mereka berdua akan selesai. Wallaahu’alam.

48. AL MAJIID = المجيد = MAHA MULIA
Orang yang sering membaca Yaa Majiid, dengan seizin allah, ia akan dianugerahi kemuliaan oleh Allah SWT. Wallaahu’alam.

49. AL BAA’ITS = الباعث = MAHA MEMBANGKITKAN
Membaca Yaa Baa’its berulang-ulang akan mendatangkan rasa takut kita kepada Allah SWT. Seseorang yang sebelum tidur mengusapkan tangannya ke dada dan melafalkan bacaan ini seratus kali, Allah SWT akan menghidupkan hatinya dengan cahaya makrifat-Nya. Wallaahu’alam.

50. ASY SYAHIID = الشهيد = MAHA MENYAKSIKAN
Orangtua yang mempunyai anak yang nakal dianjurkan untuk membaca Yaa Syahiid berulang-ulang untuk anaknya tersebut. Insya Allah, Allah akan memberikan kesalihan kepada anak itu. Wallaahu’alam.

51. AL HAQQ = الحق = MAHA BENAR
Apabila seseorang kehilangan sesuatu lalu membaca Yaa Haqq berulang-ulang, dengan seizin Allah, ia akan menemukan sesuatu yang hilang tersebut. Wallaahu’alam.

52. AL WAKIIL = الوكيل = MAHA MEWAKILI
Orang yang takut tenggelam, terbakar api, atau bahaya lain yang sejenis, hendaknya sering mengulang-ulang membaca Yaa Wakiil. Dengan seizin Allah, ia akan selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Bacaan ini juga memiliki pengaruh yang luar biasa untuk mendekatkan kita pada apa yang diinginkan dan juga untuk memenuhi kebutuhan kita. Wallaahu’alam.

53. AL QAWIYY = القوى = MAHA KUAT
Seseorang yang tidak mampu mengalahkan musuhnya lalu mengucapkan Yaa Qowiyy dengan tujuan agar tidak dizalimi, dengan seizin Allah, ia akan terbebas dari gangguan musuhnya itu. Wallaahu’alam.

54. AL MATIIN = المتين = MAHA KOKOH
Barangsiapa yang sedang tertimpa suatu kesulitan lalu melafalkan Yaa Matiin berulang-ulang, dengan seizin Allah, kesulitannya akan sirna. Wallaahu’alam.

55. AL WALIYY = الولى = MAHA PELINDUNG
Barangsiapa sering mengamalkan Yaa Waliyy, dengan seizin Allah, ia akan menjadi kekasih atau wali Allah. Wallaahu’alam.

56. AL HAMIID = الحميد = MAHA TERPUJI
Orang yang sering mengucapkan Yaa Hamiid, dengan seizin Allah, ia akan dicintai dan dihormati oleh orang lain. Wallaahu’alam.

57. AL MUHSHII = المحصى = MAHA PENGHITUNG
Bila seseorang takut tidak bisa menjawab pertanyaan pada hari pengadilan di akhirat kelak, hendaknya ia sering membaca Yaa Muhshii sebanyak seribu kali. Insya Allah, ia akan mendapat kemudahan. Wallaahu’alam.

58. AL MUBDI’ =  المبدئ = MAHA MEMULAI
Sekiranya Yaa Mubdi’ dibaca berulang-ulang lalu ditiupkan kepada wanita yang hamil yang takut keguguran, Insya Allah, ia tidak akan mengalami musibah itu. Wallaahu’alam.

59. AL MU’IID = المعيد = MAHA MENGEMBALIKAN
Jika Yaa Mu’iid dibaca sebanyak tujuh puluh kali dan ditujukan kepada seeorang yang jauh dari keluarganya, dengan seizin Allah, orang tersebut akan pulang dengan selamat. Wallaahu’alam.

60.AL MUHYII = المحيى = MAHA PEMBERI KEHIDUPAN
Bila seseorang sedang memikul beban persoalan yang berat lalu ia mengucakan Yaa Muhyii tujuh kali setiap hari, Insya Allah, beban tersebut akan terlepas darinya. Wallaahu’alam.

61. AL MUMIIT =  المميت = MAHA MEMATIKAN
Bacaan Yaa Mumiit memiliki manfaat besar untuk menghancurkan dan mematahkan kekuatan musuh. Wallaahu’alam.

62. AL HAYY = الحي = MAHA HIDUP
Bacaan Yaa Hayy berkhasiat memanjangkan umur. Baragsiapa yang rutin membacanya, khususnya setiap setelah selesai shalat sebanyak 18 kali, Insya Allah, ia akan terhindar dari kematian mendadak dan rejekinya diluaskan. Untuk mengobati sakit mata, bacalah Yaa Hayy sembilan belas kali. Insya Allah akan sembuh. Wallaahu ‘alam.

63. AL QOYYUUM = القيوم = MAHA BERDIRI SENDIRI
Barangsiapa tidak ingin tertimpa kekurangan apapun, hendaknya sering membaca Yaa Qoyyuum. Wallaahu’alam.

64. AL WAAJID = الواجد = MAHA MENEMUKAN
Seseorang yang ingin jadi pemurah hendaknya memperbanyak mambaca Yaa Waajid. Wallaahu’alam.

65. AL MAAJID = الماجد = MAHA MULIA
Orang yang sering mengamalkan Yaa Maajid, dengan seizin Allah, hatinya akan tercerahkan. Wallaahu’alam.

66. AL WAAHID = الواحد = MAHA TUNGGAL
Orang yang membaca Yaa Waahid berulang-ulang dalam kondisi yang menyendiri dan di tempat yang tenang, dengan seizin Allah dia akan terlepas dari rasa takut dan angan-angan. Bacaan ini juga berpengaruh besar dalam mendatangkan kasih sayang. Juga kedekatan serta kemuliaan di antara keluarga dan sanak keluarga dan sanak saudara. Wallaahu’alam.

67. AL AHAD =  الاحد = MAHA ESA
Orang yang membaca Yaa Ahad seribu kali, dengan seizin Allah, sejumlah rahasia tertentu akan disingkap baginya. Barangsiapa yang tengah sendiri setelah menahan nafsu atau memperbanyak ibadah kemudian mengucapkan Yaa Ahad seribu kali, Insya Allah, ia akan menyaksikan malaikat di sekitarnya. Wallaahu’alam.

68. ASH SHAMAD = الصمد = MAHA DIBUTUHKAN
Barangsiapa rajin membaca Yaa Shomad berulang-ulang, Insya allah, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Wallaahu‘alam.

69. AL QOODIR =  القادر = MAHA MAMPU
Barangsiapa sering mengamalkan Yaa Qoodir, dengan seizin Allah, semua hasrat dan keinginannya akan terkabul. Wallaahu’alam.

70. AL MUQTADIR = المقتدر = MAHA BERKUASA
Orang yang membaca Yaa Muqtadir terus menerus, dengan seizin Allah, ia akan memiliki pengetahuan tentang kebenaran. Wallaahu’alam.

71. AL MUQADDIM =  المقدم = MAHA MEMPERCEPAT
Seseorang yang membaca Yaa Muqoddim berkali-kali di medan peperangan atau di suatu tempat yang menakutkan, Insya Allah, ia tidak akan terkena gangguan. Wallaahu’alam.

72. AL MUAKHKHIR =  المؤخر = MAHA MENUNDA
Barangsiapa membaca Yaa Muakhkhir di dalam hati sebanyak seratus kali setiap hari, Insya Allah, relung hatinya akan dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah. Tidak ada kecintaan kepada selain-Nya. Wallaahu’alam.

73. AL AWWAL = الأول = MAHA AWAL
Barangsiapa ingin dikaruniaiseorang anak, atau ingin bertemu dengan seseorang yang sedang berpergian jauh maka bacalah Yaa Awwal sebanyak seribu kali selama empat puluh jum’at.

74. AL AAKHIR =  الأخر = MAHA AKHIR
Seseorang yang sering membaca Yaa Aakhir akan menjalani hidup dengan baik. Dan di akhir hayatnya, Insya Allah, ia akan menutup usianya dengan baik. Wallaahu’alam.

75. AZH ZHAAHIR =  الظاهر = MAHA NYATA
Barangsiapa membaca Yaa Zhaahir sebanyak lima belas kali setelah shalat jum’at, dengan seizin Allah, cahaya Ilahi akan masuk ke hatinya. Wallaahu’alam.

76. AL BAATHIN =  الباطن = MAHA TERSEMBUNYI
Barangsiapa ingin melihat kebenaran dalam berbagai hal, bacalah Yaa Baathin tiga kali setiap hari. Wallaahu’alam.

77. AL WAALII = الوالي = MAHA MEMERINTAH
Bila seseorang membaca Yaa Waalii berulang-ulang lalu meniupkannya ke dalam rumahnya, maka dengan seizin Allah, Allah akan melindungi rumah tersebut dari bahaya. Wallaahu’alam.

78. AL MUTA’AALII = المتعالي = MAHA TINGGI
Bila seseorang rajin membaca Yaa Muta’aalii berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan memberinya banyak kebaikan. Wallaahu’alam.

79. AL BARR = البر = SUMBER SEGALA KEBAIKAN
Bila seseorang rajin membaca Yaa Barr untuk anaknya, dengan seizin Allah, anaknya akan terlepas dari berbagai kemalangan. Wallaahu’alam.

80. AT TAWWAAB =  التواب = MAHA PENERIMA TOBAT
Bila seseoarang rajin membaca Yaa Tawwaab berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan menerima tobatnya. Wallaahu’alam.

81. AL MUNTAQIM =  المنتقم = MAHA PENUNTUT BALAS
Bila seseorang rajin membaca Yaa Muntaqim berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan memberinya kemenangan bila ia berhadapan dengan musuh.

82. AL ‘AFUWW = العفو = MAHA PEMAAF
Bila seseorang rajin membaca Yaa ‘Afuww berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Wallaahu’alam.

83. AR RA’UUF = الرؤوف = MAHA BELAS KASIH
Bila Seseorang rajin membaca Yaa Roo’uuf berulang-ulang, dengan seizin Allah, ia akan mendapatkan keberkahan dari Allah. Wallaahu’alam.

84. MAALIKUL-MULK = مالك الملك = MAHA MEMILIKI KERAJAAN ABADI
Bila seseorang rajin membaca Yaa Maalikul-Mulk berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan memberi martabat dan harga diri kepadanya di mata manusia. Wallaahu’alam.

85. DZUUL-JALAALI-WAL-IKROOM =  ذو الجلال و الإكرام = MAHA MEMILIKI KEBESARAN DAN KEMULIAAN
Bila seseorang rajin membaca Yaa Dzul-Jalaali-Wal-Ikroom, dengan seizin Allah, Allah akan memberinya kekayaan. Wallaahu’alam.

86. AL MUQSITH =  المقسط = MAHA ADIL
Bila seseorang rajin membaca Yaa Muqsith berulang-ulang, dengan seizin Allah, Allah akan melindunginya dari gangguan setan. Wallaahu’alam.

87. AL JAAMI’ = الجامع = MAHA MENGHIMPUN
Bila seseorang kehilangan sesuatu, ia bisa membaca Yaa jaami’ berulang-ulang. Allah akan membantu mempermudah pencarian barangnya yang hilang itu. Wallaahu’alam.

88. AL GHANIYY = الغنى = MAHA KAYA
Bila seseorang rajin membaca Yaa Ghaniyy, dengan seizin Allah, Allah akan memberinya perasaan cukup dengan apa yang dimiliki dan tidak akan dijangkiti sifat serakah. Wallaahu’alam.

89. AL MUGHNII = المغنى = MAHA PEMBERI KEKAYAAN
Bila seseorang rajin membaca Yaa Mughnii sebanyak sepuluh kali selama sepuluh jumat, dengan seizin Allah, Allah akan mencukupi kebutuhannya. Wallaahu’alam.

90. AL MAANI’ = المانع = MAHA PENCEGAH
Bagi orang yang sudah berumah tangga, bila rajin membaca Yaa Maani’, dengan seizin Allah, Allah akan memberi ketenteraman hidup dalam rumah tangganya. Wallaahu’alam.

91. ADH DHAAR =  الضار = MAHA PEMBERI KESUKARAN
Bila seseorang rajin membaca Yaa Dhaar pada malam jumat, dengan seizin Allah, Allah akan mengangkat derajat dan kedudukannya ke tempat yang lebih tinggi. Wallaahu’alam.

92. AN NAAFI’ =  النافع = MAHA PEMBERI MANFAAT
Bila seseorang membaca Yaa Naafi’ empat hari berturut-turut, maka dengan seizin Allah, ia bakal terhindar dari banyak gangguan. Wallaahu’alam.

93. AN NUUR = النور = MAHA PEMBERI CAHAYA
Bila Seseorang rajin membaca Yaa Nuur, maka dengan seizin Allah, Allah akan memberinya karunia cahaya batiniah. Dan Allah juga akan memberinya pengetahuan untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi. Wallaahu’alam.

94. AL HAADII = الهادئ = MAHA PEMBERI PETUNJUK
Bila seseorang ingin memiliki pengetahuan spiritual dan makrifat atau ilmu mengenai Allah SWT. Maka perbanyaklah membaca Yaa Haadii. Wallaahu’alam.

95. AL BADII’ = البديع = MAHA PENCIPTA HAL BARU
Bila seseorang membaca Yaa Badii’assamaawaati wal ardh (wahai Sang Pencipta segala sesuatu yang tiada banding di muka bumi dan jagat alam semesta) sebanyak tujuh puluh kali maka dengan seizin Allah, segala kesulitan yang menimpanya akan berakhir. Wallaahu’alam.

96. AL BAAQII = الباقي = MAHA KEKAL
Bila seseorang membaca Yaa Baaqii seratus kali sebelum matahari terbit maka, dengan seizin Allah, ia akan terbebas dari seluruh bencana di sepanjang hidupnya. Dan di akhirat kelak, ia akan dikasihi oleh Allah SWT. Wallaahu’alam.

97. AL WAARITSU = الوارث = MAHA MEWARISI
Bila seseorang sering membaca Yaa Waarits maka Allah akan memperpanjang usianya. Wallaahu’alam.

98. AR ROSYIID = الرشيد = MAHA PEMBERI PETUNJUK KE JALAN YANG BENAR
Bila seseorang membaca Yaa Rosyiid sebanyak seribu kali, yaitu diantara waktu shalat Maghrib dan shalat Isya, dengan seizin Allah, berbagai persoalannya akan terselesaikan. Wallaahu’alam.

99. YAA SHABUUR = الصبور = MAHA SABAR
Ketika seseorang dalam kesulitan atau berduka, bacalah Yaa Shobuur sebanyak tiga ribu kali, dengan izin Allah, Allah akan memberinya jalan keluar. Jika Yaa Shobuur dibaca sebanyak seribu kali, Allah akan memberinya ilham berupa kesabaran atas segala kesusahan dan bala bencana yang menimpanya. Wallaahu’alam.

Baca bagian 1 [DISINI]

Sumber : http://nama25nabirosulmalaikat.blogspot.com/

Asma'ul Husna Beserta Arti dan Manfaatnya - Bagian 1

1. AR RAHMAAN =  الرحمن = MAHA PENGASIH
Jika kita membaca Yaa Rahmaan sebanyak seratus kali, yaitu setiap usai mengerjakan shalat fardu. Dengan seizin Allah kita akan memiliki ingatan yang kuat, pengetahuan yang cemerlang, dan terhindar dari hati yang keras. Wallaahu’alam.

2. AR RAHIIM = الرحيم = MAHA PENYAYANG
Barangsiapa membaca Yaa Rahiim seratus kali seusai shalat subuh, dengan seizin Allah, setiap orang akan bersahabat dan baik kepadanya. Dan bila dibaca tujuh kali maka ia akan berada dalam naungan Allah. Kemudian bila setiap usai shalat fardu dibaca seratus kali maka Allah akan mengasihinya. Wallaahu’alam.

3. AL MAALIK =  الملك = MAHA RAJA
Perbanyaklah membaca Yaa Maalik. Dengan seizin Allah, kita akan diberi kekuatan, kekuasaan, kebesaran, serta kepemilikan atas segala sesuatu. Orang-orang akan memberlakukan kita dengan baik dan penuh hormat. Wallaahu’alam.

4. AL QUDDUUS =  القدوس = MAHA SUCI
Bila Yaa Qudduus dibaca seratus kali setiap hari, dengan seizin Allah, hati orang yang membacanya akan terbebas dari rasa gundah dan gelisah. Orang yang setiap hari rutin membaca zikir ini akan mendapat kejernihan hati yang sempurna. Wallaahu’alam.

5. AS SALAAM =  السلام = MAHA PEMBERI KEDAMAIAN
Apabila Yaa Salaam dibaca sebanyak 160 kali untuk orang yang sakit, dengan seizin Allah, orang yang sakit tersebut akan segera disembuhkan dari penyakitnya. Sering mengucapkan bacaan ini juga akan mendatangkan cinta dan keselamatan serta keamanan dari segala macam bencana. Wallaahu’alam.

6. AL MU’MIN = المؤمن = MAHA PEMBERI KEAMANAN
Barangsiapa sering membaca Yaa Mu’min, dengan seizin Allah, ia akan terbebas dari segala macam gangguan yang mungkin menghadangnya. Wallaahu’alam.

7. Al MUHAIMIN = المهيمن = MAHA MEMELIHARA
Barang siapa membaca Yaa Muhaimin dalam kondisi suci (wudhunya belum batal), dengan seizin allah, batinnya bakal memancarkan cahaya. Dan barang siapa melafalkan bacaan ini 125 kali, Insya Allah, hatinya akan menjadi jernih. Ia akan menemukan rahasia dan hakikat dari setiap kejadian. Wallaahu’alam.

8. AL ‘AZIIZ = العزيز = MAHA PERKASA
Seseorang yang mengamalkan bacaan Yaa ‘Aziiz sebanyak empat puluh kali setiap usai shalat subuh selama empat puluh hari, dengan seizin Allah, dirinya tidak akan bergantung kepada orang lain. Dana barang siapa yang setiap hari setelah terbitnya fajar melafalkan bacaan ini 94 kali, maka Insya Allah, ia akan dianugerahi kewibawaan. Wallaahu’alam.

9. AL JABBAAR = الجبار = MAHA PEMAKSA
Siapa saja yang sering membaca bacaan Yaa Jabbaar, dengan seizin Allah, ia tidak akan dipaksa oleh siapapun untuk melakukan perbuatan yang tidak ia inginkan. Ia akan terlindung dari berbagai bentuk kekerasan, kekejian, dan kekejaman. Wallaahu’alam.

10. AL MUTAKABBIR = المتكبر = MAHA PEMILIK SEGALA KEAGUNGAN
Orang tua yang gemar membaca Yaa Mutakabbir berulang kali, dengan seizin Allah akan diberikan kepadanya anak-anak yang saleh. Wallaahu’alam.

11. AL KHAALIQ = الخالق = MAHA PENCIPTA
Barangsiapa membaca Yaa Khaaliq berulang-ulang di malam hari, Insya Allah, Allah akan menciptakan satu malaikat yang bertugas melakukan amal kebaikan untuk orang tersebut. Di hari hisab, pahala amal kebaikan sang malaikat akan diberikan kepada orang itu. Wallaahu’alam.

12. AL BAARI’ =  البارئ = MAHA MENGADAKAN
Perbanyaklah membaca Yaa Baari’ untuk menambah amal kebaikan kita. Wallaahu’alam.

13. AL MUSHAWWIR =  المصور = MAHA PEMBENTUK
Bila seorang ibu ingin dikarunia anak, hendaknya ia berpuasa selama tujuh hari. Lalu, setiap hari ketika hendak berbuka puasa, ia membaca Yaa Khaaliq, Yaa Baari’, dan Yaa Mushawwir sebanyak 21 kali. Setelah itu meniupkannya ke dalam segelas air. Kemudian ia berbuka puasa dengan air tersebut. Maka atas izin Allah, Allah SWT akan menganugerahinya anak. Wallaahu’alam.

14. AL GHAFFAAR = الغفار = MAHA PENGAMPUN
Orang yang mengamalkan bacaan Yaa Ghaffaar berulang-ulang, dengan seizin Allah, dosa dan kesalahannya akan dihapuskan. Wallaahu’alam.

15. AL QOHHAAR = القهار = MAHA PENAKLUK
Seseorang yang membaca Yaa Qohhaar berulang-ulang, dengan seizin Allah, ia akan mendapatkan beberapa kelebihan. Jiwanya mampu menaklukkan hawa nafsu, hatinya tidak cenderung pada dunia, dan batinnya akan merasa tenang. Bacaan ini juga bisa menjaga seseorang dari kezaliman orang lain. Wallaahu’alam.

16. AL WAHHAAB = الوهاب = MAHA PEMBERI
Orang yang membaca Yaa Wahhaab tujuh kali setelah berdoa. Insya Allah, doanya akan terkabul. Bila mempunyai kebutuhan atau kekurangan materi, bila membaca asma ini 100 kali setelah shalat malam dalam keadaan suci selama tiga hari atau tujuh malam, maka Allah SWT akan mencukupi seluruh kebutuhannya. Wallaahu’alam.

17. AR RAZZAAQ = الرزاق = MAHA PEMBERI REZEKI
Orang yang sering mengamalkan bacaan Yaa Rozzaaq, dengan seizin Allah SWT pintu rezekinya akan dilapangkan oleh Allah. Wallaahu’alam.

18. AL FATTAAH = الفتاح = MAHA PEMBUKA PINTU RAHMAT
Barangsiapa ingin hatinya dibuka dan memperoleh kemenangan, perbanyaklah melafalkan Yaa Fattaah. Usai shalat subuh bacalah lafal ini tujuh puluh kali kemudian letakkan tangan di atas dada. Maka kegelapan yang ada di hati akan sirna. Bila dibaca rutin, lafal ini akan bermanfaat untuk memudahkan semua pekerjaan. Wallaahu’alam.

19. AL ‘ALIIM = العليم = MAHA MENGETAHUI
Barangsiapa sering membaca Yaa ‘Aliim, hatinya akan cemerlang dan mampu menyingkapkan cahaya Ilahi. Bacaan ini memiliki manfaat yang besar guna mendapatkan ilmu dan menampakkan hal-hal yang tersembunyi. Melafalkan bacaan ini sepuluh kali setiap selesai shalat, Insya Allah, akan membuka hal-hal yang ghaib. Wallaahu’alam.

20. AL QAABIDH = القابض = MAHA MENYEMPITKAN
Barangsiapa menuliskan Yaa Qaabidh di atas lima puluh makanan (buah, roti, dan sebagainya) selama empat puluh hari. Dengan seizin Allah, ia tidak akan kelaparan. Bahkan ia akan mendapatkan limpahan rezeki. Wallaahu’alam.

21. AL BAASITH =  الباسط = MAHA MELAPANGKAN
Barangsiapa membaca Yaa Baasith sepuluh kali di waktu fajar, setelah shalat subuh, dengan tangan terbuka (telapak tangan menghadap ke atas) lalu mengusap wajahnya dengan tangan. Maka, dengan seizin Allah, ia tidak akan bergantung kepada orang lain serta akan memperoleh kekayaan. Wallaahu’alam.

22. AL KHAAFIDH = الخافض = MAHA MERENDAHKAN
Barangsiapa ingin terbebas dari kejahatan musuh, berpuasalah selama tiga hari. Kemudian pada hari keempatnya membaca Yaa Khaafidh sebanyak 70 ribu kali. Orang yang mengamalkan asma ini sebanyak tujuh puluh kali, Allah SWT akan menjaganya dari kejahatan orang-orang yang zalim. Wallaahu’alam.

23. AR RAAFI’ =  الرافع = MAHA MENINGGIKAN
Barangsiapa mengamalkan bacaan Yaa Raafi’ seratus kali setiap hari, siang atau malam, maka Allah akan memuliakan orang tersebut serta memberinya kekayaan dan kebaikan. Wallaahu’alam.

24. AL MU’IZZ = المعز = MAHA MEMULIAKAN
Jika Yaa Mu’izz dibaca 140 kali setelah shalat Isya, yaitu pada malam senin dan jum’at, maka Allah akan membuat hamba yang membacanya menjadi mulia dan terhormat di mata orang lain. Orang tersebut tidak akan memiliki rasa takut kepada siapapun, selain kepada Allah SWT. Wallaahu’alam.

25. AL MUDZILL = المذل = MAHA MENGHINAKAN
Barangsiapa mengamalkan Yaa Mudzill sebanyak 75 kali, Insya Allah, dirinya akan terbebas dari gangguan orang-orang yang iri padanya, serta dari orang yang berniat untuk mencelakainya. Ia akan selalu dilindungi oleh Allah SWT. Wallaahu’alam.

26. AS SAMII’ = السميع = MAHA MENDENGAR
Barangsiapa membaca Yaa Samii’ pada hari kamis, yaitu setelah shalat Zuhur sebanayak 100 kali, tanpa berbicara dengan siapapun, dengan seizin Allah, keinginannya akan dikabulkan Allah. Wallaahu’alam.

27. AL BASHIIR = البصير = MAHA MELIHAT
Barangsiapa mengamalkan Yaa Bashiir sebanyak 100 kali, yaitu antara shalat jum’at dan shalat sunah setelahnya, maka Allah akan meninggikan kedudukannya di mata orang lain. Wallaahu’alam.

28. AL HAKAM = الحكم = MAHA MENETAPKAN HUKUM
Barangsiapa membaca Yaa Hakam berulang kali pada malam hari, maka dengan izin-Nya, rahasia (hal-hal yang tersembunyi) akan dinampakkan padanya. Wallaahu’alam.

29. AL ‘ADL = العدل = MAHA ADIL
Bila seseorang menuliskan bacaan Yaa’Adl di atas sekerat roti pada malam jum’at lalu memakan roti itu, maka dengan izin Allah, orang lain akan menuruti ucapannya. Wallaahu’alam.

30. AL LATHIIF = اللطيف = MAHA LEMBUT
Bacaan Yaa Lathiif memiliki beberapa faedah. Yaitu bisa mendekatkan kita pada hasil, menghilangkan semua rasa sakit, penyakit, dan semua kesulitan. Di saat ada bencana, kesusahan, dan kesedihan, melafalkannya dapat mendatangkan keselamatan, kebahagiaan, keamanan, dan keyakinan. Wallaahu’alam.

31. AL KHABIIR = الخبير = MAHA MENGETAHUI
Seseorang yang memiliki kebiasaan buruk lalu ia membaca Yaa Khobiir berkali-kali, maka dengan seizin Allah, kebiasaan buruknya itu akan segera menghilang dari dirinya. Wallaahu’alam.

32. AL HALIIM = الحليم = MAHA SABAR
Dianjurkan untuk rutin membaca Yaa Haliim 100 kali dalam sehari untuk meredakan kemarahan dan mengetahui hal-hal yang ghaib, untuk memadamkan api kemarahan dan kebodohan, serta untuk mendapatkan ketenangan hati dan terjaga dari berbagai bencana. Wallaahu’alam.

33. AL ‘AZHIIM = العظيم = MAHA AGUNG
Orang yang sering mengamalkan bacaan Yaa ‘Azhiim, dengan seizin Allah, akan dihormati oleh orang lain. Wallaahu’alam.

34. AL GHAFUUR = الغفور = MAHA PENGAMPUN
Orang yang terserang sakit kepala dan demam lalu ia membaca Yaa Ghofuur, maka dengan siizin Allah, ia akan sembuh dari penyakit yang dideritanya itu. Banyak mengulang-ulang asma ini juga dapat menghilangkan penyakit was-was. Wallaahu’alam.

35. ASY SYAKUUR = الشكور = MAHA MENGHARGAI
Barangsiapa yang bersedih lalu ia membaca Yaa Syaakuur sebanyak 41 kali kemudian meniupkannya ke dalam segelas air dan membasuh wajahnya dengan air tersebut. Maka dengan siizin Allah, hatinya akan menjadi tentram dan tenang. Dan ia akan dapat mencukupi kebutuhannya. Wallaahu’alam.

36. AL ‘ALIYY = العلى = MAHA TINGGI
Barangsiapa kadar imannya sedang turun lalu ia membaca Yaa ‘Aliyy berkali-kali, maka dengan siizin Allah, imannya akan kembali meningkat serta peruntungannya terbuka. Dan bagi seseorang yang tengah dalam perjalanan pulang, dengan seizin Allah, ia akan sampai ke kampung halamannya dengan selamat. Wallaahu’alam.

37. AL KABIIR = الكبير = MAHA BESAR
Barangsiapa ingin mendapatkan penghormatan maka bacalah Yaa Kabiir seratus kali setiap hari. Wallaahu’alam.

38. AL HAAFIIZH = الحفيظ = MAHA MEMELIHARA
Orang yang membaca Yaa Haafiizh enam belas kali setiap hari, dengan siizin Allah, ia akan terlindung dari berbagai musibah. Jika dibaca 998 kali, ia akan terlindung dari segala macam ketakutan meski ia pergi ke tempat berbahaya. Ia juga terjaga dari bahaya tenggelam. Ucapannya akan selalu terjaga dan doanya akan cepat terjawab. Wallaahu’alam.

39. AL MUQIITU = المقيت = MAHA MENJAGA
Apabila seseorang mempunyai anak dengan perangai buruk, hendaknya ia membaca Yaa Muqiit berulang-ulang lalu ditiupkan ke dalam segelas air dan meminumkannya kepada anak tersebut. Maka dengan seizin allah, anak tersebut akan berperangai baik. Wallaahu’alam.

40. AL HASIIB = الحسيب = MAHA MENGHITUNG
Jika seseorang takut dirampok, didengki, diganggu, atau dizalimi oleh orang lain, hendaknya mulai hari kamis ia membaca Yaa Hasiib sebanyak 70 kali siang dan malam selama tujuh hari. Dan pada hitungan ke-71 ia mengucapkan Hasbiyallaahul-Hasiib. Insya Allah, rasa takut yang ada di dalam dirinya itu akan lenyap. Wallaahu’alam.

41. AL JALIIL = الجليل = MAHA LUHUR
Perbanyaklah membaca Yaa Jaliil untuk menambah amalan pahala kebaikan. Wallaahu’alam.

42. AL KARIIM = الكريم = MAHA PEMURAH
Orang yang mengamalkan bacaan Yaa Kariim, dengan seizin Allah, ia akan mendapatkan kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Wallaahu’alam.

43. AR RAQIIB = الرقيب = MAHA MENGAWASI
Barangsiapa membaca Yaa Raqiib sebanyak tujuh kali untuk dirinya sendiri, keluarga, dan kekayaannya, dengan seizin Allah, semuanya itu akan berada di bawah perlindungan Allah. Jika bacaan ini senantiasa diamalkan maka kelalaian akan sirna dari hati. Wallaahu’alam.

44. AL MUJIIB = المجيب = MAHA MENGABULKAN
Permohonan seorang hamba yang disertai dengan penyebutan Yaa Mujiib, Insya Allah, akan dikabulkan oleh Allah. Wallaahu’alam.

45. AL WAASI’ =  الواسع = MAHA LUAS
Barangsiapa sulit mendapatkan nafkah lalu membaca Yaa Waasi’, dengan seizin Allah, ia akan mendapatkan sumber nafkah yang layak. Wallaahu’alam.

Baca bagian 2 [DISINI]
Sumber : http://nama25nabirosulmalaikat.blogspot.com/

Nama Malaikat dan Tugasnya

Malaikat adalah makhluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah,  Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nuur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”

Nama - nama Malaikat dan tugasnya :
  1. Malaikat Jibril  bertugas menyampaikan wahyu dari Allah SWT.
  2. Malaikat Isrofil / Izrofil bertugas meniup sangkakala penanda hari kiamat telah tiba.
  3. Malaikat Izroil / Isroil / Maut bertugas mencabut nyawa.
  4. Malaikat Rokib / Rakib / Raqib / Roqib  bertugas memcatat segala perbuatan amal baik atau kebajikan seseorang.
  5. Malaikat Atit / Atid bertugas mencatat segala perbuatan buruk, bejat dan dosa seseorang.
  6. Malaikat Mungkar / Munkar bertugas menanyakan seseorang di alam kubur mengenai segala perbuatannya semasa hidup di dunia.
  7. Malaikat Nakir bertugas menanyakan seseorang di alam kubur mengenai segala perbuatannya semasa hidup di dunia. Sama dengan malaikat Munkar.
  8. Malaikat Mikail  bertugas memberikan dan menyampaikan rejeki / rizki.
  9. Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu surga.
  10. Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka.
Sumber :  http://nama25nabirosulmalaikat.blogspot.com/

Kisah Nabi Muhammad SAW - Bagian 4

akan dibawa ke Mekkah selalu melewati daerah itu. Untuk itulah sebelum tahun Masehi orang Yahudi sudah menghuninya.

Ketika Rasulullah melihat ada tanda-tanda perkembangan Islam di sana (Yatsrib), maka semua sahabatnya disuruh berpindah ke sana. Karena gembiranya maka Rasulullah bersabda : Sesungguhnya Allah telah menjadikan orang-orang Yatsrib sebagai saudara bagimu dan negeri itu sebagai tempat yang aman bagimu".

Dengan tersebarnya agama Islam semakin luas tidak menutup kemungkinan para pemuka Quraisy merasa khawatir. Mereka khawatir jika Islam telah kuat akan menghancurkannya. Untuk menjaga jangan sampai Islam berkembang lebih luas, maka pemuka-pemuka Quraisy mengadakan perundingan. Isi dari perundingan itu ialah melakukan pembunuhan terhadap nabi. Untuk itulah dikirim seorang pemuda pilihan yang sudah diketahui kehebatannya.

Rencana itu sudah diketahui oleh nabi Muhammad. Dan beliau diperintahkan Allah agar segera pindah ke Yatsrib. Hal itu diutarakan kepada Abu Bakar, kemudian ia memintanya agar diperbolehkan menemani perjalanan Rasulullah.

Ketika pembunuhan itu sudah direncanakan, ketika itu pula nabi dan Abu Bakar merencanakan pindah. Malam itu rumah nabi sudah dikepung oleh suku Quraisy. Rasulullah sudah berkemas untuk pergi dan menyuruh Ali bin Abu Thalib meniduri ranjangnya agar tetap dikira Rasulullah. Setelah itu berangkatlah beliau bersama Abu Bakar, sedangkan orang Quraisy bergelimpangan akibat tidur.

Betapa murkanya orang Quraisy setelah mengetahui bahwa nabi Muhammad telah meninggalkan mereka. Dengan setia merta mereka melakukan pengejaran. Namun nabi Muhammad dan Abu Bakar sudah berada dalam gua Tsuur. Mereka melihat orang-orang Quraisy sedang mondar-mandir di mulut gua, namun tidak mengetahui keberadaan Rasulullah. Setelah itu keluarlah Rasulullah dan Abu Bakar untuk meneruskan perjalanannya ke Yatsrib dengan selamat. Tidak lama kemudian Ali bin Abu Thalib menyusulnya

20. Yatsrib Menjadi Madinatun Nabawi
Tepat pada hari senin, 8 Rabiul Awal tahun 1 Hijriyah, nabi Muhammad tiba di Quba. Tempat ini mempunyai jarak 10 km dari Yatsrib. Beliau istirahat di sana selama 4 had, kemudian mendirikan masjid, yaitu masjid Quba. Masjid inilah yang pertama kali dibangun dalam sejarah Islam.

Pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriyah tepatnya hari Jum'at nabi Muhammad dan Abu Bakar serta Ali bin Abu Thalib memasuki kota Yatsrib. Mereka disambut dengan penuh kehormatan oleh masyarakat setempat. Pada hari itu juga Rasulullah melakukan Shalat Jum'at yang pertama dan berkhotbah dihadapan kaum Anshordan Muhajjirin. Sejak itulah kota Yatsrib menjadi kota Madinatun Nabawi, artinya kota selanjutnya Madinah.

21. Rasulullah Membangun Masyarakat Islam
Sejak kedatangan beliau di kota Yatsrib, maka berubahlah suasana kota. Kota itu tidak lagi bernama Yatsrib melainkan Madinatun Nabawi. Rasulullah juga rnembina masyarakat setempat dengan mendirikan sebuah Masjid. Beliau beranggapan bahwa bangunan itu merupakan alat untuk mempersatukan umat Islam.

Dari masjid itulah kesatuan lahir dan batin antara individu satu dengan lainnya dapat dipererat sehingga mampu mencegah serangan musuh di hari kemudian. Selain itu, dalam bangunan Masjid Nabi Muhammad dapat mengajarkan ilmu agama, melaksanakan shalat dan berunding mengenai segala kepentingan agama.
Demikianlah nabi Muhammad dalam membina masyarakat Islam. Beliau lebih mengutamakan pembangunan Masjid daripada rumahnya sendiri.

22. Membina Persatuan Kaum Muhajjirin dan Kaum Anshor
Kaum Muhajjirin penduduk Mekkah yang telah mengikuti jejak Rasulullah hingga ke Madinah. Sedangkan kaum Anshor adalah kaum yang telah menghuni kota Madinah dan telah menolong mereka. Bagi kaum Anshor, kaum Muhajjirin adalah saudara. Mereka telah berjanji untuk saling membantu, melindungi dan saling menolong.

Agar tidak terjadi salah paham dikemudian hari, maka nabi Muhammad membina dan mempersatukan kedua kaum itu. Dengan demikian semakin kuatlah kedudukan agama Islam. Selain itu penderitaan akan terobati dengan adanya tali persaudaraan mereka, Kaum Muhajjirin sangat dihormati oleh saudaranya kaum Anshor. Sehingga mereka menganggap kota Madinah adalah kota kelahirannya.

23. Mengadakan Perjanjian Dengan Kaum Yahudi
Agar agama Islam yang masih berkembang itu tidak mengalami hambatan dan untuk menciptakan suasana aman dalam kota, maka nabi Muhammad membuat perjanjian dengan kaum Yahudi. Perjanjian itu berisikan penetapan dan pengakuan terhadap hak kemerdekaan tiap-tiap golongan, untuk memeluk agamanya. Dari sinilah dapat kita lihat betapa besar jiwa Rasulullah yang telah menerapkan perjanjian politik. Dengan demikian tidak ada lagi gangguan dari pihak Yahudi atau sebaliknya. Begitulah Nabi Muhammad membuat perjanjian damai itu.

Boleh dikatakan bahwa Rasulullah bukan hanya seorang nabi, tetapi sosok orang yang berjiwa besar. Sebab isi-isi perjanjian itu pada dasarnya menguntungkan bagi agama Islam. Perjanjian yang telah dibuat Rasulullah adalah : Bahwa kaum Muslimin dan Yahudi damai bersama-sama. Kedua beha pihak bebas memeluk agama dan menjalankan Kaum Muslimin dan kaum Yahudi wajib tolong menolong, saling memberi nasehat dan bersama-sama melakukan kebajikan.

Kaum Muslimin dan Yahudi wajib bersatu untuk melawan siapa saja yang memusuhi mereka. Kota Madinah adalah kota suci. Untuk itu wajib dihormati oleh mereka yang terikat dalam perjanjian. Jika terjadi silang pendapat antara kedua kaum, maka urusannya dikembalikan pada Allah dan Rasul-Nya.

Barangsiapa yang tinggal di dalam dan di luar kota Madinah wajib dilindungi keamanannya. Kecuali orang itu Dzalim dan bersalah. Sebab Allah menjadi pelindung orang yang baik dan berbakti.

Itulah isi perjanjian perdamaian yang dibuat oleh Rasulullah dengan kaum Yahudi yang tinggal di sekeliling kota Madinah.

24. Membuat Dasar-dasar Politik, Ekonomi, dan Sosial Masyarakat Islam
Sesudah nabi Muhammad mewujudkan tempat kaum Muslimin di kota Madinah, dan membuat perjanjian damai dengan kaum Yahudi, maka beliau mulai meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi, sosial bagi umat Islam.

Dasar-dasar itu perlu dilaksanakan sebab waktu itu agama Islam masih dalam masa perkembangan, sedangkan perintah untuk zakat sudah diwahyukan Allah. Begitu pula dengan perintah puasa. Yang jelas ayat-ayat Al Qur'an turun pada periode itu sebagian besar bersangkut dengan pembinaan Hukum Islam. Dengan demikian semakin kuatlah kedudukan agama Islam dan semakin luas penyebarannya.

25. Rasulullah Memelihara dan Mempertahankan Masyarakat Islam
Sudah menjadi tradisi sejak jaman nabi Nuh sampai nabi Muhammad. Jika ajaran yang dibawa nabi Muhammad itu adalah ajaran yang benar, maka ada beberapa golongan yang ingin menumpasnya. Golongan-golongan yang ingin memadamkan api kebenaran Islam adalah kaum Yahudi dan golongan kaum Munafiq. Golongan itu disebut golongan dari dalam. Sedangkan golongan dari luar yang ingin memadamkan api Islam adalah or­ang Quraisy dan sekutunya. Mereka tidak pernah senang jika melihat agama Islam berkembang di muka bumi

26. Pengkhianatan Kaum Yahudi Terhadap Perjanjian
Kaum Yahudi sebenarnya terbagi beberapa golongan. Golongan yang ikut dalam perjanjian itu adalah : Banu Qunaiqa', Banu Madlir, Banu Quraidhah. Semula ketika golongan itu menyetujui dengan perjanjian yang telah disepakati bersama antara kaum Yahudi dengan Rasulullah.

Namun pada akhirnya golongan-golongan itu merusak perjanjian itu, sebab mereka lebih mementingkan dirinya sendiri. Mereka menganggap dirinya adalah putra Tuhan. Dengan demikian mereka mempunyai hak untuk kota Madinah.

Anggapan inilah yang membuat kaum Yahudi menghianati perjanjian sebab mereka tidak rela jika agama Islam yang dibawa Rasulullah berkembang dengan pesat, Oleh karena itulah mereka mengadakan penggerogotan pada tubuh agama Islam dengan diam-diam.

Ulah yang mereka buat pertama kali ialah melakukan perdebatan dengan kaum muslimin. Mereka beranggapan dengan jalan itu dapat menyusupkan perasaan ragu pada agama Islam. Sehingga kaum Muslimin akan meninggalkan Rasulullah. Tetapi usaha itu tidak berhasil, bahkan kepalsuan mereka untuk menghasut dan berusaha memecah persatuan Islam terbongkar. Allah telah membongkar rencana licik kaum Yahudi setelah melakukan perdebatan dengan nabi Muhammad.

Karena jalan pertama tidak berhasil, maka orang Yahudi tidak malu-malu lagi untuk menunjukkan pengkhiantannya terhadap perjanjian. Mereka tidak segan-segan berbuat keonaran, penghasutan di kalangan masyarakat Madinah. Allahpun menunjukkan kebusukan mereka pada nabi Muhammad, begitu pula orang-orang munafiq yang berusaha untuk menjatuhkan Is­lam.

Semenjak pengangkatannya sebagai Rasul dan nabi, beliau sudah melalui aral rintangan yang hendak memadamkan agama Islam. Namun beliau letap melakukan dakwahnya dan tidak pernah putus asa.
Sejak berumur 40 tahun beliau telah diangkat Allah menjadi Rasul-Nya dan selama 23 tahun melakukan dakwah yang telah mengorbankan harta benda serta jiwa hanyalah merupakan ujian yang kecil bagi beliau.

Diantara perang-perang yang telah menelan banyak korban baik korban harta, jiwa dan raga ialah :

Perang Khonda', perang Badar, perang Azhab, perang Tabuk dan perang-perang lainnya baik perang diikuti oleh nabi atau tidak. Semuanya merupakan perjuangan dalam menegakkan risalah Allah.

Dalam perang-perang itu nabi Muhammad banyak mengalami penderitaan. namun beliau tidak merasakannya sebab perang yang digelar itu hanyalah untuk kepentingan agama. Dengan didasari rasa keimanan dan keikhlasan yang mendalam, maka terbukalah kesulitan dan rintangan yang dialaminya.

Karena setiap pertempuran selalu dimenangkan oleh Islam, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak kabilah-kabilah yang datang dan mengucapkan "Dua Kalimat Syahadat" di depan nabi. Artinya mereka memeluk agama Islam tanpa ada unsur paksaan.

Karena semua tugas-tugasnya dirasakan telah selesai, maka beliau berminat untuk melakukan ibadah haji Wada' (haji perpisahan). Waktu itu beliau masih berada di Madinah, dengan demikian beliau harus melakukan haji ke Mekkah. Keberangkatannya diikuti oleh 100.000 orang yang telah memeluk agama Islam. Mereka juga beniat naik haji.

Sebelum menyelesaikan ibadah hajji, nabi Muhammad berpidato pada kaumnya di bukit Arofah pada tanggal 8 Dzulhijjah 10 H.

Setelah itu nabipun kembali ke Madinah bersama-sama pengikutnya. Tiga bulan setelah menunaikan ibadah haji. Nabi Muhammad menderita sakit demam dan penyakit ini kian hari kian parah. Akhirnya nabi Muhammad menutup mata pada usia 63 tahun. Namun sebelumnya beliau berpesan pada semua umatnya. Pesan itu merupakan pesan terakhir beliau


Pesan Terakhir Nabi Muhammad SAW
Pesan Terakhir Nabi Muhammad SAW

Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu semua dua pusaka yang tidak akan membuatmu tersesat jalan selagi kamu berpegangan pada dua perkara itu. Dua pusaka yang harus dipegang ialah Al Qur'an (Kitabullah) dan Sunnahku (Hadits).”

Demikianlah kisah nabi Muhammad yang telah memperjuangkan agama di tengah-tengah kebodohan masyarakat Arab. Meskipun beliau mendapat rintangan yang sangat berat, namun beliau tidak pernah berputus asa. Beliau yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan umat-Nya yang sabar.

Nabi Muhammad merupakan sosok manusia yang patut mendapat acungan jempol. Sebab beliau telah menerapkan perjanjian politik, ekonomi, dan sosial yang belum pernah dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya.

Baca bagian satu [Disini]
Baca bagian dua [Disini]
Baca bagian tiga [Disini]


(http://sejarahkisahnabi.blogspot.com)

Kisah Nabi Muhammad SAW - Bagian 3

dan beriman kepada Allah, maka beliaupun melakukan dakwah secara terang-terangan. Artinya beliau melakukan dakwah kepada siapa saja dan pada tempat terbuka. Hal ini disebabkan oleh turunnya sebuah firman :


Surat Al Hijr ayat 94

Artinya: “Maka jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (Al Hijr: 94)
Dengan adanya dakwah secara terang-terangan mengundang perhatian beberapa pemuka kaum Quraisy. Mereka mengatakan bahwa nabi Muhammad telah membawa agama baru. Pada mulanya mereka menganggap dakwah nabi Muhammad tidak mempunyai pendirian dan tujuan. Namun setelah melihat kemajuan yang pesat pada ajarannya, barulah kaum Quraisy itu terkejut. Jika ajaran nabi Muhammad dibiarkan tentunya akan membinasakan sesembahan mereka sebab beliau tidak pernah menyukai hal-hal seperti itu. Dengan demikian kaum Quraisy akan tergeser kedudukannya oleh umat nabi Muhammad.

13. Halangan Orang Quraisy
Sudah menjadi tradisi dan menjadi kebiasaan bahwa dimana ada ajaran kebenaran, maka disana pula timbul pertentangan. Mengapa demikian? Sebab ajaran yang dibawa nabi Muhammad bukan saja merebut kaum-kaum yang mendengar dan mengetahuinya, namun menggebrak langsung pada penyembahan berhala. Nabi Muhammad melarang menyembahnya.

Demi melihat gerakan yang dilakukan nabi Muhammad semakin maju pesat, maka pemuka kaum kafir mencoba menghalanginya. Dengan demikian ruang lingkup syiar agama nabi Muhammad jadi terbatas.
Pada suatu ketika datanglah serombongan pemuka kaum Quraisy ke rumah Abu Thalib dengan maksud menyuruh beliau agar menghentikan dakwah nabi Muhammad. Ternyata tuntutan

merasa ditolak oleh Abu Thalib. Sikap orang Quraisy menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan anak keponakannya. Maka dipanggillah nabi Muhammad.

" Wahai anakku, sesungguhnya aku telah didatangi beberapa pemuka kaum Quraisy. Mereka bertujuan untuk meminta aku agar menghentikan semua dakwahmu. Mereka juga meminta agar kamu tidak menyiarkan agamamu dan menghina sesembahan nenek moyangnya, "kata Abu Thalib dengan perasaan tak menentu.

" Wahai pamanku, seandainya mereka bisa menaruh bulan di tangan kiriku dan matahari di tangan kananku kemudian mereka menyuruh aku agar menghentikan dakwahku, maka aku akan menolaknya juga, "kata nabi Muhammad dengan tegas.

Setelah mendengar penuturan nabi Muhammad itu, maka Abu Thalib bertekad untuk melindunginya. Meskipun harus berkorban harta, dan jiwa. la tidak merelakan nabi Muhammad mendapat siksaan dari kaum Quraisy.

14. Pemboikotan Terhadap Keluarga Abu Thalib
Selelah semua usaha untuk menghentikan dakwah nabi Muhammad tidak menemukan hasil sama sekali, akhirnya para suku Quraisy bermusyawarah. Mereka hendak merencanakan suatu pemboikotan terhadap keluarga nabi termasuk Abu Tholib.

Kaum Quraisy membuat pernyataan yang digantungkan pada dinding Ka'bah yang isinya : tidak boleh mengadakan hubungan perkawinan, jual beli, saling mengunjungi, atau segala sesuatu yang bersifat menguntungkan bani Hasyim dan Bani Muthalib (keluarga nabi).

Hal ini tentu merupakan siksaan tersendiri bagi keluarga nabi, meskipun demikian nabi Muhammad tetap melakukan dakwahnya, sehingga semakin banyak pengikutnya. Ternyata pernyataan yang dibuat para pemuka suku Quraisy itu tidak membawa hasil juga. Dengan sendirinya para pemuka Quraisy mencabut pernyataan itu kembali

15. Tahun Duka Cita
Dinamakan demikian sebab pada tahun ini nabi Muhammad mengalami penderitaan dengan adanya peristiwa wafatnya Abu Thalib, (pamannya). Beliau meninggal pada usia 87 tahun dan merupakan perisai bagi nabi Muhammad. Sebab beliau merupakan orang terhormat di tubuh suku Quraisy. Sehingga dakwah yang dilakukan nabi Muhammad mengalami kemajuan karena kaum Quraisy segan pada pamannya.

Pada tahun itu benar-benar tahun ujian bagi nabi Muhammad. Sebab tidak beberapa lama kemudian istrinya (Siti Khadijah) juga meninggal dunia. Bisa dibayangkan bagaimana hancurnya perasaan begitu ditinggal oleh orang-orang yang dicintainya. Meskipun demikian nabi Muhammad tetap melakukan dakwahnya seperti biasa. Beliau tidak berputus asa dalam dakwahnya hanya karena cobaan itu.

Saat itu pula datanglah beberapa orang kafir yang hendak menghentikan dakwah nabi Muhammad. Mereka hendak memusnahkan nabi Muhammad. Melihat daerah Mekkah sudah tidak bisa dijadikan pusat dakwahnya, akhirnya nabi Muhammad memutuskan untuk pindah dengan tujuan Thoif. Thoif adalah daerah para kabilah Tsaqif. Beliau menjumpai pemuka kabilah dan mengajaknya pada agama islam. Ternyata ajakan nabi Muhammad tidak dapat diterima dan beliau mendapatkan perlakuan yang sangat kasar. Beliau diusir dari perkampungan itu sambil dilempari batu. Meskipun demikian nabi Muhammad tidak sakit hati. Beliau mendoakan agar Allah membuka pintu hati kaum Tsaqif itu.

16. Isro' Mi'roj
Setelah pengusiran yang dilakukan oleh kaum Tsaqif maka beliau pulang ke kampung halamannya sambil berdakwah. Pada saat menghadapi ujian yang sangat berat dan sering terjadi, serta perjuangannya mencapai titik puncak maka Allah menyuruh nabi Muhammad untuk melaksanakan Isro' Mi'roj. Artinya melakukan perjalanan yang hanya ditempuh semalam. Perjalanan itu sangatlah jauh yaitu dari Mekkah ke Masjidil Aqsa (di Palestina)

Kemudian naik lagi ke langit tingkat sampai ke tujuh.SidratuI Munthaha. Di sanalah nabi Muhammad mendapat perintah agar mela'kukan shalat lima waktu.

Bagi orang kafir, peristiwa ini tidak masuk akal, sebab perjalanan yang jaraknya jutaan mil hanya ditempuh dengan semalam. Namun bagi pengikut yang setia, hal itu adalah suatu kebesaran Allah yang ditunjukkan kepada umat-Nya agar tetap mengingat-Nya.

Peristiwa Isra’ Mi'roj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke 11 sesudah beliau diangkat menjadi Rasul.

17. Orang Yatsrib Masuk Islam.
Ketika tiba musim haji, maka berdatanglah kabilah-kabilah dari penjuru Mekkah. Diantara orang-orang yang datang itu ada jamaah Kazraj. Seperti biasa pada saat musim haji tiba. ini merupakan kesempatan emas bagi nabi untuk melakukan dakwahnya. Orang-orang yang mendengarkan ceramahnya selalu memperhatikan. Sebab pada dasarnya nabi Muhammad menyebut saudara pada hadirin yang datang. Dengan sebutan itu tampaknya para pendatang merasakan keakraban tersendiri dalam hatinya.

Banyak diantara mereka yang menyatakan beriman kepada Allah dan mengakui kerasulan nabi Muhammad. Setelah pulang mereka mengabarkan pada kawannya di negeri Yatsrib bahwa di Mekkah telah ada (muncul) nabi akhir zaman. Begitulah kisah yang dibawah orang Yatsrib pada kawan-kawannya. Sehingga kaum Yatsrib mengikuti ajaran nabi Muhammad yang benar itu.

18. Perjanjian Nabi Muhammad Dengan Kaum Yatsrib
Pada tahun ke 12 setelah kenabiannya datanglah 12 orang laki-laki dan perempuan. Mereka dari daerah Yatsrib dan hendak melakukan ibadah haji serta ingin mendengarkan langsung dakwah nabi Muhammad.
Mereka mengadakan perjanjian dengan nabi Muhammad, secara rahasia di 'Aqobah. Isi perjanjian itu ialah melarang kaum Yatsrib menyekutukan Allah dan melarang perbuatan keji serta diharuskan mengakui kenabian nabi Muhammad.

Perjanjian itu disebut juga dengan Ba'atul 'Aqobatil Ufa atau Ba'tun Nisa'. Jika diartikan ialah perjanjian Aqobah yang pertama atau perjanjian wanita. Dinamakan perjanjian wanita sebab pada saat mengadakan perjanjian itu hadir pula seorang perempuan bernama 'Afra bin 'Abid.

Sesudah perjanjian itu maka nabi Muhammad mengirimkan Mush'ab bin Umair untuk pergi ke Yatsrib bersama dengan orang-orang Yatsrib. Tujuan pengiriman duta itu ialah untuk mengajarkan membaca Al Qur'an dan menyebarkan agama Islam.

Pada tahun 13 setelah kenabiannya, datanglah serombongan orang Yatsrib yang berhaji. Mereka berjumlah 73 orang laki-laki dan perempuan. Mereka ingin mengadakan pertemuan dengan Rasulullah, namun secara rahasia. Sebab nabi sangat khawatir jika hal itu diketahui oleh suku Quraisy. Setelah tiba hari menjalankan ibadah haji, mereka berangkat ke 'Aqobah guna pertemuan dengan Rasulullah. Di sana sudah ada beliau dengan pamannya yakni Abbas bin Abdul Muthalib yang masih memegang tradisi Quraisy.

Pada dasarnya kaum Yatsrib mengajak nabi Muhammad untuk bersamanya, sedangkan pamannya tetap mempertahankan beliau. Akhirnya nabi Muhammad bersabda sambil membaca Al Qur'an : " Berjanjilah kalian kepadaku untuk menerima dan taat dalam keadaan apapun. Berbuatlah kebaikan dan basmilah perbuatan mungkar. Hendaknya kalian membantu anak-anakmu dan istrimu sebab kelak akan kau ambil buahnya di syurga".

Kemudian mereka berjanji di hadapan Rasulullah untuk tetap setia dalam keadaan apapun juga. Karenanya nabi Muhammad menyuruh 12 orang untuk memimpin penyebarluasan agama Is­lam.

19. Rasulullah Hijrah ke Yatsrib
Yatsrib merupakan kota yang tepat untuk berniaga. Hal ini sudah terjadi sejak dahulu kala. Perdagangan dari Syiria yang…


Baca bagian satu [Disini]
Baca bagian dua [Disini]
Baca bagian empat [Disini]

(http://sejarahkisahnabi.blogspot.com)

Kisah Nabi Muhammad SAW - Bagian 2

sebelumnya tidak pernah barang dagangannya habis terjual dalam waktu singkat dan mendapatkan laba tidak sedikit. Dari sinilah Khadijah tidak ingin melepaskan nabi Muhammad.

6. Nabi Muhammad Menikah dengan Siti Khadijah
Setelah nabi Muhammad menjualkan barang dagangan Siti Khadijah beberapa kali dan mendapatkan laba yang tidak sedikit, maka beliaupun pulang ke rumah tuannya. Namun sesampainya disana datanglah lamaran dari pihak Siti Khadijah. Semula nabi Muhammad belum memastikan dan ingin meminta tempo beberapa hari lagi guna membicarakannya dengan Abu Thalib pamannya.

Abu Thalib yang mendengar ucapan nabi Muhammad menyatakan setuju sebab menurut pandangannya Siti Khadijah adalah perempuan yang alim. Tidak pernah main-main ke tetangga. Setelah diadakan musyawarah maka hari perkawinannya pun ditentukan. Ketika itu nabi Muhammad sudah berusia 25 tahun dan siti Khadijah berusia 40 tahun.

7. Nabi Muhammad Mendamaikan Pemuka Quraisy

Dengan persatuan yang kuat, mereka bergotong royong untuk memperbaiki Ka'bah. Setelah bangunan Ka'bah berdiri seperti sedia kala barulah meletakkan batu Hajar Aswad. Pada saat inilah pemuka Quraisy berbeda pendapat dan hampir saja terjadi pertumpahan darah. Mereka ingin batu Hajar Aswad sesuai kemauannya sendiri, sebagian ada yang mengusulkan sebaiknya ditempatkan pada tempat semula. Namun sebagian lagi menentang.

Karena adanya pertentangan ini, maka Hajar Aswad tetap pada tempatnya (tidak jadi dipasang kembali). Sebab pertentangan belum ada jalan keluarnya.

Di saat-saat seperti itu, datanglah nabi Muhammad. Beliau mengusulkan agar batu Hajar Aswad ditaruh pada kain, Kemudian pemuka-pemuka Quraisy mengangkatnya bersama-sama. Sedangkan yang menentukan peletakkan batu itu adalah nabi Muhammad sendiri. Keputusan itu diterima oleh pemuka-pemuka Quraisy dengan senang hati. Sehingga pertentangan tidak ada lagi.

Dengan adanya kejadian itu, maka bertambah harum nama nabi Muhammad di kalangan suku Quraisy.

8. Akhlak Nabi Muhammad
Semenjak nabi Muhammad masih kanak-kanak hingga diangkat menjadi Rasul mempunyai akhlak yang terpuji. Beliau tidak pernah berbohong seumur hidupnya. Tidak pernah berkata kotor, keji dan tidak pernah melakukan perbuatan maksiat.

Tidak heran jika beliau mendapat gelar "Al Amin". Sungguh gelar yang mengagumkan. Hanya orang seperti beliau yang patut mendapat gelar itu. Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa semasa nabi Muhammad hidup tidak pernah menyembah berhala atau memakan barang kurban yang disajikan bagi berhala.

Inilah akhlak yang patut dicontoh oleh umatnya. Sebagai umat yang mengakui kenabiannya, maka kita harus meniru budi pekerti beliau. Marilah kita terapkan akhlak beliau pada kehidupan sehari-hari.

9. Nabi Muhammad Bertahan di Goa Hira'
Perjalanan hidupnya yang penuh dengan kepedihan membuat nabi Muhammad berpikir. Ketika berumur 7 tahun beliau telah menghadapi kematian ibunya. Dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa lainnya yang menjadikan pemikirannya di Gua Hiro'. Di dalam gua itulah nabi Muhammad menggembleng dirinya untuk pemusatan jiwa yang lebih sempurna.

Di dalam gua Hira’ nabi Muhammad selalu merenungkan tentang pencipta alam raya. Namun sebelum sampai pada titik hakikat yang sebenarnya, beliau tidak mampu memikirkan lagi. Seperti yang telah difirmankan Allah surat Asy-Syura ayat 52 :
surat Asy-Syura ayat 52
surat Asy-Syura ayat 52

Artinya : “Dan Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Our'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Our'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus". (Asy Syuura : 52)

10. Wahyu Pertama
Semenjak nabi Muhammad berusia 40 tahun, beliau lebih senang bertahan Nuts di gua Hira'. Beliau mencari tempat yang sepi dan jauh dari keramaian duniawi sebab ingin memusatkan pikirannya.

Tepat pada malam 17 Ramadhan, beliau mendapat wahyu pertama yang diajarkan malaikat Jibril. Wahyu itu adalah surat Al Alak ayal 1 sampai 5:

Surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5

Artinya:
"Bacalah dengan nama Tuhanmu, yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu teramat Mulya, yang mengajarkan dengan pena (tulis, baca) mengajarkan manusia yang tidak diketahuinya. (AI-'Alaq : 1-5)

Ketika malaikat Jibril memberi wahyu itu dan menyuruh nabi Muhammad membaca :

" Bacalah dengan hati terperanjat, "kata malaikat Jibril.

" Aku tidak dapat membaca, "jawab nabi Muhammad dengan gemetar.

Kemudian malaikat Jibril merangkul nabi Muhammad beberapa kali sehingga napasnya sesak. Dan rangkulan itupun lalu dilepaskannya.

" Bacalah kata malaikat Jibril setelah melepaskan pelukannya. " Aku tidak dapat membaca, "jawab nabi Muhammad.

Begitu diulanginya hingga tiga kali sehingga nabi Muhammad bertanya pada malaikat Jibril.

" Apa yang harus kubaca ? "tanya nabi Muhammad pada malaikat Jibril. Kemudian malaikat Jibril
mengajarkan bacaan surat Al Alaq seperti di atas.

Dengan turunnya wahyu itu, berarti nabi Muhammad telah dipilih Allah untuk menjadi panutan dan pandangan semua umat. Artinya beliau telah dipilih menjadi Rasul.

Setelah menerima wahyu itu, beliau lari pulang dan badan gemetar. Kemudian beliau minta diselimuti oleh isterinya. Isterinya menuruti perintah suaminya.

Dengan perasaan cemas nabi Muhammad menceritakan peristiwa yang telah dialaminya di Gua Hira'. Namun isterinya tidak kelihatan cemas atau khawatir sedikitpun.

"Bergembiralah hai anak pamanku, tetapkanlah hatimu, semoga Tuhan akan mengangkat kau menjadi Rasul terakhir, "kata Khodijah membesarkan hati nabi Muhammad.

Karena istrinya telah meyakinkan dan menunjukkan kesetiaannya dalam suasana apapun, akhirnya nabi Muhammad tertidur dengan hati tenang. Ketika keesokan harinya, maka istrinya mengajak bertandang pada seorang pamannya.

Paman Siti Khadijah ini beragama Nasrani dan paham bahasa Ibrahim. Beliau bernama "Waraqah bin naufal". Beliau juga dapat menterjemahkan bahasa yang ada di kitab Injil dan kitab Taurat ke bahasa Arab.
Sesampainya nabi Muhammad dan istrinya di rumah pamannya, maka Siti Khadijah menceritakan semua kejadian yang telah dialami suaminya di Gua Hira'.

" Janganlah takut kau Muhammad. Yang datang adalah Malaikat Jibril (Rukhut Qudus) dengan membawa wahyu Allah, "kata Waraqah bin Naufal menerangkan.

" Seandainya Tuhan masih mempertemukan aku dengan kamu di masamu, niscaya aku akan melindungimu, "sambung Waraqah.

" Ya, semua utusan Allah yang datang membawa risalah dan rnembawa wahyu akan dimusuhi oleh kaumnya. Namun kalian tidak perlu khawatir, sebab Tuhan akan menjaga keselamatanmu, "kata Waraqah menghibur.

Setelah mengetahui tanda-tanda kenabian yang sudah diterangkan Waraqah, akhirnya Khadijah dan nabi Muhammad pamit pulang. Sepanjang jalan Siti Khadijah memikirkan ucapan-ucapan pamannya. Dari lubuk hatinya ikut menyatakan akan selalu membantu usaha suaminya dalam melakukan syiar agama. Akhirnya wanita kaya itu merelakan semua harta bendanya demi perjuangan agama.

11. Wahyu Kedua
Setelah beliau menunggu hampir 3 bulan sejak turunnya wahyu pertama, barulah wahyu kedua ini menyusul. Nabi Muhammad hampir saja putus asa menunggu wahyu kedua ini. Wahyu kedua ini diterima di Gua Hira' juga.

Seperti biasa, beliau bertahan Nuts di Gua Hira' kembali setelah mendengarkan penjelasan paman istrinya. Beliau bertambah yakin setelah mengetahui tanda-tanda kenabiannya.

Berangkat dari situlah akhirnya nabi Muhammad mengharapkan wahyu kedua. Dan beliau melakukan Tahan Nuts di tempat biasa. Ketika itu beliau mendengar suara dari langit dan tampaklah malaikat Jibril mendatanginya. Dengan serta merta beliau lari pulang dalam keadaan menggigil. Istrinya disuruh untuk menyelimuti beliau. Dalam keadaan inilah wahyu itu diberikan seperti yang telah diabadikan dalam surat Mudatsir ayat 1 –7:

Surat Mudatsir ayat 1 sampai 7

Artinya: " Hai orang yang berselimut. Bangunlah dan berikan peringatan! Besarkanlah (nama) Tuhanmu, bersihkan pakaianmu, jauhkan perbuatan maksiat, jangan kamu memberi, karena hendak mengambil keuntungan, dan hendaklah kamu bersabar untuk memenuhi perintah Allah (Mudatsir: 1-7)

Dengan turunnya wahyu kedua, maka jelaslah bagi beliau bahwa dirinya telah diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan risalah dan memberikan (menunjukkan) jalan kebenaran. Dengan demikian beliau juga harus segera mengadakan dakwah agama secepatnya.

12. Dakwah Nabi Muhammad
Setelah beliau mendapatkan wahyu kedua lalu mengadakan dakwah dengan cara sembunyi-sembunyi. Dakwah ini dilakukannya hingga 3 tahun lamanya. Sasaran dakwah beliau kali ini adalah keluarga dan sahabat-sahabat dekatnya.

Setelah semua keluarga dan sahabat mengakui kenabiannya…

Baca bagian satu [Disini]

Baca bagian tiga [Disini]
Baca bagian empat [Disini]

(http://sejarahkisahnabi.blogspot.com)

Kisah Nabi Muhammad SAW - Bagian 1

Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman sebab sesudah beliau sudah tidak ada lagi orang yang ditunjuk Allah sebagai nabi. Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib. Sedangkan ibunya bernama Aminah binti Wahab.

1. Kelahiran Nabi Muhammad
Di saat umat dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya, maka Allah menurunkan seorang nabi yang akan menjadi panutan semua insan.

Nabi Muhammad lahir bersamaan dengan serbuan tentara Abraham yang menggunakan gajah sebagai tungganggannya. Sehingga tahun kelahiran nabi Muhammad disebut dengan tahun Gajah. Beliau lahir tanggal 12 Rabi'ul Awal tahun gajah atau 20 April tahun 571 M.

Dinamakan tahun gajah bersamaan dengan lahirnya nabi Muhammad karena Ka'bah yang telah dibangun nabi Ibrahim dan putranya hendak diratakan dengan tanah oleh pasukan Abraham. Mereka mengendarai gajah sebab tenaganya sangat kuat.

Abraham adalah gubernur dari kerajaan Nasrani Abessinia yang memerintahkan negeri Yaman. Mereka bermaksud. menghancurkan Ka'bah karena beranggapan tempat itu menjadi pusat perhatian umat seluruh dunia. Namun maksud tidak pernah tercapai sebab Allah menghancurkan pasukan Abraha dengan mengirimkan burung Ababil. Burung ini melempari pasukan Abraha dengan batu yang menyala-nyala sehingga tiada satupun yang hidup. Begitulah Allah menjaga Ka'bah dari kehancuran yang disebabkan oleh tangan-tangan jahil.

Ketika nabi Muhammad lahir ia sudah tidak mempunyai ayah lagi sebab meninggal ketika dirinya masih berada dalam kandungan. Sehingga beliau menjadi anak yatim Meskipun demikian beliau sangat disayangi kakeknya Abdul Muthalib.

Sudah menjadi tradisi bagi orang-orang Mekkah jika mempunyai anak, maka orang tuanya akan mencarikan penggantinya (ibu susuan). Kebetulan waktu itu ada seorang perempuan dari dusun yang menawarkan jasanya untuk memelihara nabi Muhammad. Setelah semua keluarga menyetujui akhimya nabi Muhammad dibawa pulang perempuan itu. Ibu susuan nabi Muhammad yang memeliharanya dari bayi hingga berumur empat tahun itu ialah Halimatus Sa'diyah.

Selama dipelihara oleh Halimatus Sa'diyah nabi Muhammad tumbuh dengan cepat. Selama dua tahun beliau sudah dapat berbicara. Ada hal lain yang menggembirakan hati Halimatus Sa'diyah ketika merawat nabi Muhammad, sebab semua kebutuhan tercukupi. Ternaknya menjadi banyak dan sawah ladangnya sangat subur.

Menurut perjanjian yang telah disepakati bersama antara Halimatus Sa'diyah dengan keluarga nabi Muhammad dalam pemeliharaannya hanyalah dua tahun. Namun setelah ibu susuannya mengetahui bahwa nabi Muhammad membawa berkah dalam kehidupannya, maka ia meminta lagi selama dua tahun. Dengan demikian nabi Muhammad dipelihara oleh Halimatus Sa'diyah selama empat tahun.

2. Cobaan Nabi Muhammad
Ketika nabi Muhammad menginjak usianya yang kelima tahun, maka Halimatus Sa'diyah mengantarkan pada orang tua beliau. Setahun kemudian nabi Muhammad diajak ibunya (Aminah) ke Madinah dengan tujuan untuk memperkenalkan pada keluarganya yang berada di sana. Tujuan lainnya ialah untuk berziarah ke makam ayahnya (Abdullah).

Setelah sebulan berada di Madinah, mereka kembali lagi ke Mekkah karena nabi Muhammad sudah mengetahui pusara ayahnya dan keluarganya.

Namun sebelum sampai tujuan, tepatnya di daerah Abwa' tiba-tiba ibunya sakit mendadak dan meninggal. Bisa dibayangkan bagaimana hancurnya hati nabi Muhammad menerima ujian itu. Ibunya yang baru saja berkumpul dengan dirinya telah meninggalkan untuk selamanya. Jenazah ibunya dimakamkan di daerah itu juga.

Setelah selesai pemakaman beliau meneruskan perjalanan ke Mekkah. Nabi Muhammad menceritakan semua peristiwa yang dialaminya itu pada kakeknya. Akhirnya Abdul Muthalib yang bertanggung jawab memelihara dan mendidik beliau. Beliau dididik dengan ilmu agama sebagai bekal di hari tuanya kelak.
Abdul Muthalib termasuk orang yang disegani oleh kaum Guraisy. Dengan demikian nabi Muhammad juga ikut disegani oleh mereka. Nabi Muhammad mendapatkan kebahagiaan tersendiri ketika diasuh kakeknya, sebab beliau mendapatkan perhatian dan kasih sayang.

Namun tidak lama kemudian kakeknya meninggal dunia. Ketika itu usia nabi Muhammad masih 8 tahun. Sungguh pedih hatinya, sebab tiada lagi orang yang dapat menolong, melindungi dan mengasihinya. Meskipun demikian nabi Muhammad tetap tabah menghadapi cobaan yang beruntun itu.

Kematian kakeknya bukan hanya dirasakan oleh nabi Muhammad, namun seluruh penduduk Mekkah merasa kehilangan. Sebab beliau adalah orang yang berjiwa bijaksana dan merupakan pemimpin yang arif.
Setelah kematian kakeknya, nabi Muhammad diasuh oleh pamannya yakni Abu Thalib. Hal ini disebabkan pamannya sudah mendapat wasiat dari kakeknya untuk memelihara nabi Muhammad sepeninggalnya.

Selama ikut kakek dan pamannya, nabi Muhammad memperlihatkan perbuatannya yang terpuji. Beliau tidak pernah berbohong dan tidak pernah melakukan perbuatan yang menjurus kemaksiatan. Beliau juga ringan tangan.

3. Nabi Muhammad Ikut Berniaga
Setelah kematian kakeknya, maka beliau diasuh oleh Abu Thalib pamannya. Abu Thalib mempunyai pekerjaan berdagang. Dengan demikian nabi Muhammad juga ikut menjual barang-barang dagangan pamannya. Mereka menjual barang-barangnya di kota Syam.

Ada pengalaman yang tak dilupakan oleh pamannya ketika mengajarkan Muhammad berniaga. Ketika itu terik matahari menyengat kulit, namun ada sekelompok mendung yang menaungi nabi Muhammad. Kemana nabi Muhammad melangkah maka mendung itu tetap di atas kepalanya. Melihat hal ini Abu Thalib menjadi lebih senang pada beliau. Abu Thalib berkeyakinan bahwa Muhammad adalah seorang anak yang mempunyai kelebihan.

Ketika mereka berjualan di kota Busro, bertemulah ia dengan seorang pendeta Nasrani yang alim. Pendeta ini mengetahui sesuatu sebelum terjadi. Artinya ia dapat melihat hal-hal kenabian yang ada pada diri Muhammad.

" Hai Abu Thalib, cepatlah kalian pulang. Sebab aku melihat tanda-tanda kenabian pada diri anakmu Muhammad, "kata pendeta itu dengan sungguh-sungguh. la memandang nabi Muhammad dengan tidak berkedip sedikitpun. Pendeta itu merasa khawatir akan keselamatan nabi Muhammad jika sampai berjumpa dengan kaum Yahudi. Mereka pasti membinasakannya. Untuk itulah nabi Muhammad diajak pulang kembali ke Makkah dan disuruh menggembala kambing milik keluarganya. Abu Thalib percaya dengan ucapan pendeta "Buhairah".

Ketika beliau diajak berniaga dengan pamannya berumur 12 tahun. Dan jualannya selalu laris sehingga mereka tidak perlu lama-lama menjual barang dagangannya. Hal ini disebabkan oleh kejujuran nabi Muhammad dalam menawarkan barang dagangannya

4. Nabi Muhammad Menyaksikan Perang Fijar

Peperangan ini terjadi di daerah suci dan pada bulan suci yakni bulan Dzul Qa'idah. Perang ini disaksikan nabi Muhammad ketika berusia 15 tahun. Dinamakan perang Fijar sebab terjadinya pada tempat dan bulan suci.

Pihak-pihak yang bersengketa ialah suku Guraisy bergabung dengan Kainanah melawan suku Qais 'Ailan. Nabi Muhammad yang mengetahui terjadinya perang ini tidak tinggal diam. Beliau membantu pamannya dengan memberikan keperluan perang.

Setelah banyak memakan korban dari kedua belah pihak, akhirnya mereka mengadakan perdamaian. Sebab pada bulan suci itu tidak dibenarkan untuk saling membunuh. Ini salah satu tradisi bangsa Arab.
Ketika perjanjian itu dilaksanakan hadir pula nabi Muhammad dan pamannya, Abu Thalib. Beliau meriwayatkan perdamaian itu pada sahabat-sahabatnya ketika sudah menjadi rasul. Sabdanya:

" Aku telah menghadiri perjanjian damai bersama orang banyak di rumah Abdullah bin Ju'adan. Aku sangat menyenangi hal itu, sama halnya aku menyenangi onta merah. Jika aku diajak berunding dalam Islam niscaya aku menerima".

5. Nabi Muhammad Menjual Dagangan Siti Khodijah

Setelah nabi Muhammad beranjak dewasa, beliau ingin berusaha sendiri dalam penghidupannya. Beliau tidak mau lagi menggantungkan hidupnya pada Abu Thalib, pamannya. Untuk itulah beliau meminta izin pada pamannya agar diperbolehkan mencari nafkah sendiri.

Karena sejak kecil beliau mempunyai sifat jujur, maka memudahkannya dalam mencari pekerjaan. Beliau diterima pada salah seorang janda kaya raya namanya Siti Khadijah. Beliau dipercayai untuk menjual barang dagangannya dengan ditemani Maisaroh. Dalam waktu singkat semua barang dagangannya terjual habis dengan keuntungan yang menyenangkan.

Betapa gembira hati Siti Khadijah mendengar berita itu. Sebab…

Baca bagian dua [Disini]
Baca bagian tiga [Disini]
Baca bagian empat [Disini]

(http://sejarahkisahnabi.blogspot.com)

Kisah Nabi Isa AS

Maryam sejak kecil diasuh oleh mendiang Nabi Zakaria. Ia seorang gadis yang baik budi pekertinya. Sesudah menginjak usia dewasa ia selalu mengurung diri di tempat ibadah. Sama sekali tak pernah berhubungan dengan orang lain.

Pada suatu hari Nabi Zakaria menengok Maryam ditempatnya. Ia terkejut melihat aneka buah-buahan berada di kamar itu. Maryam menjelaskan bahwa semua itu adalah karunia Allah...



Nabi Zakaria percaya akan hal itu. Memang tidak mustahil Maryam  yang suci, taqwa clan tunduk pada perintah Allah itu mendapat karunia berupa makanan dari surga.

Pada suatu-hari Maryam kedatangan Malaikat yang mengatakan  bahwa ia akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang nantinya akan menjadi Nabi dan Rasul.

Maryam heran, bagaimana bisa ia seorang perawan, belum bersuami akan mempunyai anak. Malaikat menjawab bahwa jika Allah menghendaki sesuatu cukuplah berkata : "Jadilah" maka kehendakNya pun  jadi.

Ternyata betul, tidak berapa lama kemudian Maryam hamil. Segera, saja ia jadi bahan pergunjingan masyarakat di sekitarnya. la dianggap telah berbuat serong dengan lelaki lain. Sungguh tuduhan ini merupakan hal yang menyakitkan bagi Maryam. Inilah salah satu dari ujian berat yang harus dihadapi dengan iman yang teguh.

la mengasingkan diri dari keramaian untuk menghindari cemoohan masyarakat. la melahirkan bayinya dibawah sebatang pohon kurma yang diberkati Allah.

Bayinya lahir dengan selamat. Sesudah kesehatannya pulih Maryam kembali ke rumahnya dengan membawa bayinya itu.

Berbagai pendapat dan tuduhan ditujukan kepada Maryam. Bagaimana ia seorang perawan yang tekun beribadah bisa mempunyai seorang anak?

"Tanyakanlah pada bayi itu sendiri!" kata Maryam menjawab pertanyaan orang-orang di sekelilingnya.

Walau merasa ragu. Dan menganggap Maryam tak waras mereka bertanya pula kepada Isa, anak Maryam yang masih bayi itu.

Tak disangka Isa yang masih bayi itu bisa menjawab atas kehendak Allah : "Aku adalah hamba Allah, akan di turunkan kepadaku Kitab Injil. Allah telah memilihku menjadi seorang Nabi, menjadikanku orang yang mendatangkan berkah dan mengajarkan kebaikan, memerintahkanku untuk mendirikan shalat dan membayar zakat selama hidupku, berbuat baik kepada orang tuaku. Aku tidak sombong pada orang lain dan tidak tenggelam dalam maksiat. Allah memberiku keselamatan pada hari lahirku dan kematianku dan juga pada hari kebangkitan dihari kiamat".

Dengan demikian yakinlah mereka bahwa Maryam memang suci bersih dari tuduhan mereka selama ini.

Sejak kecil Isa sudah menampakkan diri sebagai manusia istimewa. Kecerdasannya luar biasa. Dan pada umur 30 tahun ia diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Sebelum itu telah diajarkan kepadanya Taurat dan Injil.

Dengan diangkatnya sebagai Rasul maka mulailah ia menyebarkan agama Islam kepada kaumnya. Menyerukan kaum Yahudi dan orang-orang Israil untuk kembali kepada Allah. Menyadarkan kesesatan mereka yang telah berani merubah Kitab Taurat peninggalan Nabi Musa.

Salah satu ajaran Nabi Isa adalah kabar tentang adanya Nabi sesudahnya yaitu Ahmad atau Muhammad. Hal ini tersebutlah dalam AI-Qur'an surat Ashshaff ayat 6 :

"Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku yaituAh-mad (Muhammad)."

Al Hawariyun adalah sebutan bagi para sahabat Nabi Isa dan murid­-murid yang dekat. Mereka inilah yang meneruskan dan menyebarkan ajaran Nabi Isa kepada kaumnya.

Kedatangan Nabi Isa dengan ajarannya yang bersih dan benar telah membuat tokoh-tokoh agama dari kalangan rahib Bani Israil terancam kedudukannya. Maka mereka minta bukti kebenaran beliau selaku utusan Allah.

Maka Allah memberikan Mu'jizat kepada Nabi Isa untuk menguatkan ajarannya. Antara lain : Nabi Isa membuat mainan burung dari tanah liat, setelah ditiup burung itu hidup dan terbang atas seizin Allah. Beliau dapat menyembuhkan orang buta.

Beliau dapat menyembuhkan orang yang terkena sakit sopak. Dapat menghidupkan orang mati. Bisa menceritakan jenis makanan yang dimakan orang-orang di rumah mereka dan juga makanan yang mereka simpan. Dapat menurunkan makanan dari langit untuk menuruti kaumnya yang minta hidangan dari sorga.

Pemerintah Romawi tidak menyukai kehadiran Nabi Isa yang dianggap membahayakan imperium mereka. Mereka bermaksud membunuh Nabi Isa.

Salah seorang murid Nabi Isa yang bernama Yudas berkhianat. Dialah yang menunjukkan tempat persembunyian Nabi Isa. Tetapi Allah melindungi Nabi Isa, beliau diangkat ke langit. Sedang Yudas yang berkhianat diserupakan wajah dan penampilan seperti Nabi Isa, maka Yudaslah yang ditangkap dan disalib tentara Romawi.

Menurut hadits shahih Nabi Isa akan diturunkan ke dunia lagi menjelang hari kiamat. Turunnya Nabi Isa adalah untuk meluruskan agama yang telah diselewengkan oleh kaum Nasrani dan untuk membunuh Dajjal.

(kisahceritaislamm.blogspot.com)